maf left top
logo maf
  Jumat, 10 Juli 2020
 
Home   |    Career   |    Contact Us  
maf motorcycle
Indonesia    maf home maf about maf news maf services maf products maf career maf branch
maf right top
maf
mcf online service top
 mcf Live Chat
  HALLO MAF :  
Gedung Wisma 76 lantai 12 & 23
Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 76,
Slipi Jakarta 11410, Jakarta, Indonesia
maf latest news
  Kamis, 02 April 2020
Pengumuman Restrukturisasi
Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait relaksasi keringanan angsuran bagi yang terdampak Covid-19 / Corona, konsumen MAF dapat memilih beberapa opsi yang tersedia.
 
maf
  Selasa, 17 Oktober 2017
KONSULTASI FINANCIAL
Oleh : Wiwie Kurnia
 
maf
  Selasa, 17 Oktober 2017
Bersahabat dengan Layar
Menatap komputer terlalu lama mengakibatkan mata lelah. Lakukan langkah sederhana untuk meminimalisir efek negatifnya.
 
maf
maf news
 
 
Rabu, 18 Mei 2016
Ekspansi Lebih ke Pinggir

Industri otomotif mengalami penurunan pada 2015, baik roda dua maupun roda empat mengalami penurunan dari tahun 2013 ke 2015, dari 1,23 juta (2013) ke 1,21 juta (2014) dan pada 2015 turun ke 1,03 juta unit. Walaupun sama sama turun tetapi terjadi perubahan segmen pembeli antara kendaraan roda dua dan empat, terutama di harga produk maupun segmen yang terus membesar.

Penjualan dan pangsa pasar segmen yang terus naik terdapat di produk menengah bawah untuk kendaraan roda empat terutama low cost green car  (LCGC). Dengan adanya LCGC harga kendaraan roda empat cenderung turun, walaupun harga produk lainnya tetap naik.

Hal ini berbeda dengan kendaraan roda dua yang OTR-nya cenderung naik terus, dengan segmen produk yang penjualan kredit masih mendominasi penjualan otomotif sampai saat ini dengan tren yang masih akan sama ke depannya.

Pembiayaan mobil selama ini terbagi antara bank dan perusahaan pembiayaan, di mana untuk daerah kota, produk segmen menengah atas, nasabah dengan edukasi lebih tinggi.

Rate oriented dan mobil baru menengah ke atas sebagian masih memilih pembiayaan tetap lebih besar.

Pembiayaan di mobil bekas masih dikuasai oleh perusahaan pembiayaan, tetapi dengan penurunan penjualan mobil baru, pembiayaan mobil bekas juga mengalami tekanan kerena saat pasar turun biasanya mobil baru cenderung melontarkan berbagai program, sehingga menekan harga pasar di mobil bekas, apalagi dengan adanya LCGC. Segmen nasabah mobil baru perusahaan pembiayaan ada di proses oriented, cover area,  kemudahan pembayaran, dan sebagaian lagi dari nasabah  produk lainnya.

Saya rasa industri kendaraan roda empat masih bisa tumbuh lebih baik jika industri mobil mau masuk lebih ke pinggir, dibandingkan dengan saat ini yang masih terkonsentrasi di kota besar dan Jawa. Hal ini harus sejalan dengan program ekonomi pemerintah untuk lebih memeratakan pertumbuhan ekonomi keluar Jawa, hal ini sebenarnya sudah sesuai dengan program presiden Jokowi dengan Kabinet Kerja-nya.

Beberapa merek sudah terlihat mengembangkan jaringan ke daerah pinggiran untuk melakukan jemput bola, dengan pertimbangan segmen nasabah yang tumbuh beberapa tahun terakhir. Sayangnya perluasaan jaringan ini masih terkesan malu-malu, dan sebagian belum diikuti layanan purnajual karena terkait dengan biaya investasi.

Secara perhitungan investasi jika dikaitkan dengan kenaikan harga tanah di show room  mobil yang ada sekarang sebernanya masih memungkinkan, apalagi pemerintah sedang mengenjot pembangunan insfrastruktur di daerah, kelas  show room dan layanan tidak perlu sebaik yang ada di kota besar, minimal untuk perawatan rutin.

Perusahaan pembiayaan sangat siap jika industri mobil bisa masuk lebih ke pinggiran dengan after sale lebih baik, karena saat ini hampir semua perusahaan pembiayaan besar yang saat ini fokus di penyaluran kredit roda dua dengan cover area  yang sangat luasjuga melakukan pembiayaan di roda empat. Cover area  yang sudah terbentuk, database nasabah, sebaran nasabah, pengenalan karakter nasabah, dan kemudahan berbagai altenatif pembayaran, berbagai hal tersebut akan menurunkan biaya operasional, nilai risiko maupun peningkatan entry market yang lebih baik. Dengan kata lain, perusahaan pembiayaan memiliki pengalaman lebih baik dalam menelola nasabah di segmen ini.

Penjualan akan lebih meningkat jika industri mobil masuk ke pinggiran dengan cara yang lebih baik, apalagi jika memperhatikan pertumbuhan LCGC saat ini. Harga LCGC saat ini sebenarnya belum terjangkau mayoritas masyarakat indonesia.

Dari segi nasabah perusahaan pembiayaan, komponen penting bagi calon nasabah biasanya ada di uang muka dan nilai angsuran sekitar 20 juta-an dengan angsuran sekitar 2-3 juta untuk tenor 5 atau dengan skema baloon payment yang bisa sampai 7 tahun. Jika LCGC bisa lebih rendah makan penjualan mobil akan dari LCGC akan jauh lebih meningkat, saat ini porsi penjualan kendaraan roda dua dan empat masih 6:1 dengan angsuran motor dari semua tenor dan tipe ada di sekitar Rp 900.000 dan teru s naik seiring naiknya penjualan segmen sport  dan kenaikan harga kendaraan. Menurunnya harga LCGC akan menyebabkan persilangan angsuran antara nasabah roda dua dan empat, di mana sebagian segmen nasabah kendaraan roda dua telah mendekati harga angsuran LCGC. Peluang  memasarkan LCGC juga tetap besar mengingkat saat rasio kepemilikan masih rendah dibandingakan dengan negara lainnya, yakni 40:1000 dibandingkan di Thailand  yang mencatat 580.

Peranan perusahaan pembiayaan selama ini dapat membantu konsumen untuk produktivitas yang lebih baik, menurunkan biaya transportasi, terbukanya berbagai potensi sehingga menjadi katalosator untuk pergerakan ekonomi terutama di daerah-daerah.

Pemerintah diharapkan bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% meningkatkan pembangunan infrastruktur tertama di daerah-daerah, serta menurunnya suku bunga pinjaman sehingga ekonomi bisa bertumbuh dengan baik dan sehat. Kita juga mengharapkan adanya LCGC untuk kendaraan komersial.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

 

 
 
maf
maf maf
  Home   |    Career   |    Contact Us   © Copyright 2011 - maf.co.id