maf left top
logo maf
  Jumat, 10 Juli 2020
 
Home   |    Career   |    Contact Us  
maf motorcycle
Indonesia    maf home maf about maf news maf services maf products maf career maf branch
maf right top
maf
mcf online service top
 mcf Live Chat
  HALLO MAF :  
Gedung Wisma 76 lantai 12 & 23
Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 76,
Slipi Jakarta 11410, Jakarta, Indonesia
maf latest news
  Kamis, 02 April 2020
Pengumuman Restrukturisasi
Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait relaksasi keringanan angsuran bagi yang terdampak Covid-19 / Corona, konsumen MAF dapat memilih beberapa opsi yang tersedia.
 
maf
  Selasa, 17 Oktober 2017
KONSULTASI FINANCIAL
Oleh : Wiwie Kurnia
 
maf
  Selasa, 17 Oktober 2017
Bersahabat dengan Layar
Menatap komputer terlalu lama mengakibatkan mata lelah. Lakukan langkah sederhana untuk meminimalisir efek negatifnya.
 
maf
maf news
 
 
Selasa, 06 Januari 2015
Rendahnya Pemahaman Masyarakat terhadap Lembaga Pembiayaan

Indonesia memiliki kekuatan sebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia. Potensi pertumbuhan produk-produk konsumsi sangat tinggi di negara dengan jumlah penduduk besar. Akan semakin bagus lagi bila masyarakatnya memahami produk-produk keuangan, terutama produk investasi. Dengan memahami produk investasi, masyarakat tidak cuma mengkonsumsi berbagai produk, tetapi bisa menambah dana untuk mempertahankan bahkan meningkatkan daya beli. Angka kesejahteraan penduduk yang tercermin dari tingkat daya beli yang tinggi akan semakin memacu pertumbuhan negara.

Otoritas Jasa Keuangan telah melakukan survei nasional mengenai tingkat Literasi Keuangan masyarakat Indonesia. Survei tersebut berperan untuk mengukur literasi keuangan masyarakat Indonesia

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan di bagi dalam 4 klasifikasi yaitu Well Literate (Memiliki  pengetahuan produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan  produk dan jasa keuangan)Sufficient Literate (Memiliki  pengetahuan produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan), Less Literate (Hanya memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan) dan Not Literate (Tidak memiliki  pengetahuan   dan keyakinan tentang  lembaga  jasa keuangan.

 

Dari Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan pada 8.000 responden, diketahui bahwa tingkat literasi keuangan masih rendah.Tercatat baru 22% responden yang memahami jasa perbankan, 18% paham tentang produk dan jasa asuransi, 15% responden memahami pegadaian, 10% memahami lembaga pembiayaan, serta 7% yang memahami dana pensiun. Pemahaman terendah terjadi di pasar modal, karena hanya 4% responden yang memahami. [1]

 

Rendahnya tingkat literasi keuangan tersebut berdampak pada tingkat penggunaan jasa keuangan di Indonesia oleh masyarakat.  Penggunaan produk dan layanan untuk sektor pasar modal dan industri keuangan non bank seperti asuransi, pembiayaann dana pensiun dan lembaga jasa keuangan lainnya masih di bawah 15 persen.

 

Khusus untuk produk perusahaan pembiayaan ternyata masyarakat Indonesia banyak yang belum mengenal  industri pembiayaan  yaitu sebesar  72,10%. Sedangkan  yang tergolong  well literate jumlahnya  hanya  mencapai  9,80%, yang berarti  dari  setiap  100 penduduk  terdapat 10 orang yang memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga pembiayaan, dan produk dan jasa pembiayaan,  termasuk  itur,  manfaat dan risiko, hak dan kewajiban  terkait produk  dan jasa pembiayaan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan  produk dan jasa pembiayaan.


 

Konsekuensi   dari   Indeks   Literasi yang masih rendah   tersebut adalah Indeks   Utilitas atau pemanfaatan  produk dan jasa pembiayaan  oleh masyarakat  juga relatif kecil  dan hal ini dapat dilihat dari Indeks Utilitas Produk dan Jasa Pembiayaan yang besarnya hanya 6,33%.

Di Indonesia, untuk mendongkrak literasi keuangan, OJK bersama Asosiasi Lembaga Jasa Keuangan dari seluruh industri keuangan (perbankan, asuransi, pasar modal, pembiayaan, pegadaian, dan dana pensiun) meluncurkan program Strategi Nasional Literasi. OJK menetapkan tiga pilar dalam program literasi keuangan nasional. Pertama, edukasi dan kampanye literasi nasional dengan sasaran program ibu rumah tangga, tenaga kerja, pelajar, mahasiswa, dan akademisi. Pilar kedua, penguatan infrastruktur literasi keuangan, dengan melakukan survei nasional, pembentukan layanan konsumen terintegrasi, serta pembuatan situs tentang jasa keuangan. Pilar ketiga adalah pengembangan produk dan layanan jasa keuangan. 

Literasi keuangan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun juga dapat membantu mengurangi angka kemiskinan. Pemahaman terhadap produk dan jasa keuangan akan membuat masyarakat terhindar dari tindak kejahatan di sektor keuangan. Lebih penting lagi, pemahaman yang baik terhadap produk dan jasa keuangan dapat membantu stabilitas finansial secara makro,  sebab masyarakat yang melek finansial akan memahami berbagai risiko, sehingga mereka pun tidak mudah terprovokasi atas informasi atau berita negatif yang kerap memicu gejolak di sektor keuangan.

Sumber :

 OJK

http://investar.idx.co.id/



[1] http://investar.idx.co.id/news-events/news/2014/03/06/literasi-keuangan-basis-pemodal-lokal/

 

 

 

 
 
maf
maf maf
  Home   |    Career   |    Contact Us   © Copyright 2011 - maf.co.id